2 minggu yang lalu udah ngeliat iklannya, I-Radio ngadain acara Balapan Keliling, yaitu lomba antar tim (isi 2 orang) mengelilingi Jakarta dengan angkutan/transportasi umum (kecuali taksi dan ojek) untuk mendatangi 7 checkpoints spot dan melakukan beberapa tantangan di setiap pos checkpoint. Begitu melihat kriteria kompetisinya, langsung aja minta ijin Lut untuk gue bisa pergi tanggal 28 April (kemaren) dengan ajak 1 orang temen cewek (Kanu) yang emang doyan naik angkot. Ijin didapat, langsung lah capcus isi formulir dan daftar.
H-3, gue dan Kanu mulai pelajarin rute/trayek angkutan umum, dari mulai koridor2 Transjakarta (busway), nomer-nomer mikrolet, metromini, kopaja, patas AC. H-2 gue dan Kanu pelajarin program-program acara I-Radio dan apalin nama penyiarnya karena selama ini cuma tahu beberapa. H-1 setelah technical meeting di I-Radio, mulai mempelari beberapa clues yang diberikan panitia penyelenggara.

Hari yang dinanti-nanti tibalah, setelah semalam sebelumnya saya menginap di rumah Ibu (biar lebih deket ke venue-nya di Thamrin) dan susah tidur. Beberapa kali kebangun di dini hari karena jumpy sendiri. Jam 4 pagi sudah bangun dan mandi (berasa kayak mau ke airport kejar flight pagi), sarapan omelette dan teh manis panas, nyusuin anak tidak lupa sambil maen sebentar, dan bangunin supir pribadi slash suami. Jam setengah 6 Kanu udah sampe rumah dan bilang ke gue “kok gue mulesnya kayak mau UN yak”.

Image

Masih Seger Sebelom Mulai

Begitu sampai, ternyata saingan kita ada 62 tim, dengan variatif bentuk dan penampilan hehe. Ada yang masih muda piyik, ada yang bapak-bapak berumur, ada yang gemuk besar, ada yang kecil kurus. Gue dan Kanu juga emak-emak anak 1 yang usia sudah tidak muda, dan tubuh tidak seluwes dulu hihi. Intinya semua peserta sama-sama berintensi memperoleh hadiah utama yaitu motor, tiket pesawat PP ke Jogja, LED TV, dan kulkas. Sukur-sukur dapat doorprizes yang juga diberikan oleh I-Radio yang berupa smartphone, juicer/blender, dvd player, dan sepeda. Tapi sebenarnya selain ngincer hadiah, gue dan Kanu menganggap acara ini sebagai suatu pembuktian bahwa kami berdua masih prima hahaha. Ya maklum aja, para peserta dituntut untuk mendatangi 7 tempat berbeda-beda dan melakukan setiap tantangan fisik dan nonfisik dengan waktu 5 jam.

Start jam 7 tepat, kami berstrategi untuk mendatangi checkpoints spots (KFC Coffee outlet) yang terhitung paling dekat dari lokasi start. Cikini dan Salemba kami capai dengan bajaj dan kopaja. Kanu complain ke gue karena gue masih terbiasa nanya tariff sama tukang bajaj. Meskipun uang untuk naik berbagai moda transportasi umum dimodalin oleh I-Radio, tapi tetap saja Kanu mengetatkan budget dan mengomeli kalau gue memberikan tariff yang besar untuk tukang bajaj. Tantangan pertama dan kedua dilewati dengan mudah dan cepat, kebetulan tantangannya crosswords (kesukaan gue) nama-nama artis dan menuliskan harga menu KFC Coffee. 2 tempat tersebut kami lakukan dalam waktu 20-25 menit. Tempat selanjutnya adalah ke Tebet dan MT Haryono. Kami pun naik Metromini dari terminal Manggarai. Apesnya, karena hari Minggu, jadi bis kosong sehingga supirnya ngetem dan jalan pelan-pelan untuk cari penumpang *sigh. Akhirnya di dalam bis saya pun jadi sempet baca-baca spot-spot yang akan dituju nanti dan membicarakan strateginya. Terkejutlah kami ketika gue membaca ada KFC Plaza Festival sebagai salah satu spot yang harus dituju, sementara di halaman depan tidak tertulis ada outlet tersebut. Langsung muter otak bagaimana mencapai kesana dari spot terdekat. Di tempat ketiga, tantangannya tidak sulit, tapi kami yang dableg mengulangi terus sampai kebuang waktu 10 menit sendiri. Pada tantangan tersebut kami harus menebak 3 dari list makanan/minuman yang disediakan, manakah yang menyebabkan perut kembung dan begah. Kopi dan soda sudah betul 2, tinggal 1 makanan lagi yang terus menerus kami jawab salah. Dari mulai sate, soto, steak, pizza, semuanya salah. Sampai akhirnya dengan tidak semangat kami sebut “karedok” pada kesempatan yang ke-6 kalinya, dan ternyata benar jawabannya. Gila, gue pikir karedok itu makanan yang menyehatkan loh! hehehe. Waktu pun semakin terbuang dengan langkanya bis dan bajaj yang lewat untuk kami bisa mencapai MT Haryono. Akhirnya naik mikrolet setengah jalan, setengahnya lagi jalan kaki jauh. Begitu sampai KFC MT Haryono, napas hampir habis. Eh, tantangannya pas bener, disuruh niup balon dan bawa dengan perut kami. Boro-boro niup balon sampe menggelembung, ngomong aja terpotong-potong karena napas sengal. Alhasil kami buang waktu lagi disitu menstabilkan napas.
Oke, 4 spot telah selesai, waktu menunjukkan pukul 8, masih lama batas waktunya. Kami pun naik Transjakarta menuju Kuningan untuk dapat ke outlet KFC di Plaza Festival. Tantangan pada spot tersebut adalah meminta orang/pengunjung yang tidak dikenal untuk bisa foto bersama. Sangat mudah, ditambah banyak atlit basket yang sedang latihan di GOR Soemantri, jadilah tantangan tersebut berhasil diselesaikan dengan waktu kurang dari 5 menit. Selesai dari Plaza Festival kami naik kopaja untuk menuju blok m. 2 checkpoints spots lagi yang harus dituju, namun tempatnya agak berjauh-jauhan di Jakarta Selatan. Ndilalah, lagi semangat-semangatnya di dalam Kopaja yang melaju karena ada peserta lain yang ikut Kopaja yang sama menuju tempat yang sama, eh Kopaja-nya belok ke SPBU untuk mengisi BBM *gubrak. Sempat lah menunggu lama, karena gak yakin dengan turun di SPBU akan dapat Kopaja dengan nomor yang sama lagi atau tidak. Akhirnya sabar menanti sampai BBM terisi penuh, baru jalan lagi menuju selatan. Ternyata karena Car Free Day di Sudirman, Kopaja yang harusnya melintasi sudirman – senayan  mengambil rute lain yang diluar dugaan. Karena menjauhi spot checkpoints yang kami tuju, akhirnya kami pun turun di tengah jalan, dan berjalan kaki dari ujung Senopati hingga KFC Gunawarman yang di ujung satunya (coba dibayangkan jaraknya). Sampai di spot, ternyata tantangannya adalah memakan donat messes coklat dengan kopi susu dalam waktu 30 detik. Pada saat antri, gue dan Kanu pun menyusun strategi untuk memudahkan proses memakan cepat, yaitu mencelupkan donat tersebut ke dalam kopinya hingga lembek dan gampang masuk mulut. Oke, strategi tidak tepat. Karena begitu giliran kami, donat tersebut terlihat lebih besar dari yang diduga dan lebih padat dari yang diperkirakan, jadi mau dicelupkan beberapa detik pun, donat tersebut masih besar dan padat, sehingga tetap saja kami harus mengulang tantangan tersebut karena 30 detik berlalu tanpa kami bisa menghabiskan 1 buah donat ditambah kopi masih penuh. Pada kesempatan kedua, akhirnya kami merubah strategi dengan meneguk kopi dulu hingga tandas, lalu menjejalkan keseluruhan donat ke dalam mulut demi bisa lolos dan dapat stempel khusus. Oke, tempat terakhir yang dituju berada di KFC Bulungan, yang ternyata tidak ada bis yang melintasi langsung dari Gunawarman ke Bulungan. Akhirnya kami cuma bisa naik bis yang sampai Mabes Polri, lantas kami jalan kaki melintasi CSW sampai ke Bulungan (kali ini tolong benar-benar dibayangkan jauh jarak tersebut). Kanu sempat misuh-misuh “mana sih bajaj giliran kita membutuhkannya??!”. Di spot terakhir tidak memakan waktu lama karena ternyata crosswords lagi dengan clue nama-nama penyiar I-Radio. Setelah kesemua kolom stamp penuh terisi, kami pun bergegas menuju finish line yang dicapai dengan Transjakarta lagi karena letaknya di atrium EX Plaza Indonesia. Gue lirik jam, yang ternyata jam 9.30. Langsung sumringah berdua Kanu karena berhasil menyelesaikan 7 tantangan di 7 tempat dengan waktu kurang lebih 2 setengah jam meski banyak rintangan-rintangan. Ternyata perjalanan terakhir tidak selancar itu, di Sudirman sedang ada pawai orang-orang yang memakai baju daerah dan mempertunjukkan kesenian daerah masing-masing, sehingga busway tidak terlalu steril dan Transjakarta pun hanya bisa melintas pelan-pelan. Sampai di halte busway Bundaran HI, kami pun tergopoh-gopoh lari ke EX. Sampai sana, ternyata sudah ada peserta lain yang sampai lebih dulu. Padahal kita sampai di finish spot jam 10.12. Kanu sudah ciut, bilang “yah kita gak menang deh, mari kita berharap dari doorprize!” hahahaha.

Meskipun sampai akhir acara tidak ada hadiah (baik dari lomba maupun doorprize) yang kami terima, tapi kami pulang dengan pengalaman baru dan kisah seru yang akan kami ingat dan ceritakan nanti ke anak cucu. Tapi (ada tapinya), mengingat dari jam 4 pagi belum tidur, terus ditambah aktivitas fisik berjam-jam mengelilingi kota, dan perut tidak terisi sempurna, imbasnya sampai rumah adalah gue cranky karena pingin tidur cepat dan pingin pijat seluruh badan secara bersamaan. Jangan2 Lut akan mikir berkali-kali dulu sblm kasih gue ijin untuk ikut kompetisi fisik semacam ini, karena dia dapat dampaknya; disemprot bininya yang capek dan dicemberutin sampai tidur.
Image

Advertisements