Image

Outfit of Xena the Warrior Princess suits me, right? 🙂

Dulu waktu lajang remaja dan lajang dewasa (saya mengakhiri masa lajang di umur yang udah gak begitu kinyis2 soalnya hehe), saya termasuk spontaneous dan adventurous. Hal-hal yang saya lakukan cenderung berani atau nyerempet nekat. Ibu dan bapak saya aja (meski mereka hidup terpisah), selalu mengomentari gaya saya yang bak jagoan, karena semua hal dicoba; makanan/minuman yang tidak jelas bentuk, rasa maupun manfaat (hehe), aktivitas outdoor yang menantang, perjalanan yang dadakan dan tanpa perhitungan,  hingga berada pada situasi-situasi yang pelik. Percayalah, saya pernah berada di tengah tawuran dan kerusuhan karena saya penasaran mau liat, saya sering dadakan keliling Jakarta seharian dengan transportasi apa aja yang ada kalau lagi bosan dan end up dgn susah pulang karena tersasar atau kendaraan susah di jam2 tertentu, dan bahkan saya sering kenalan dgn random people di jalan dan menghabiskan waktu bersama mereka tanpa mencari tahu ttg mereka sebelumnya.

Semua hal itu hilang sirna setelah saya punya Denyar. Saya merasa lebih lama dlm menentukan sebuah pilihan atau membuat suatu keputusan. Saya berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu (ya emang harus gitu woy), jauh lebih panjang dari waktu semasa lajang. Ditambah, saya sekarang jauh lebih parno-an dan penakut. Apalagi saya working mom yang mobile, sebagian besar waktu saya (di hari kerja) ya dilewatkan di jalan. Otomatis banyak perubahan yang terjadi pada saya ketika sedang berada di jalan. Kalau ada moda transportasi yang lebih nyaman dan harus merogoh uang yang lumayan pasti saya memilih itu drpd moda yang lebih murah tapi saya buang waktu di jalan dan jadi lama pulangnya untuk ketemu anak. Atau kalau ada keramaian/kerusuhan di jalan biasanya saya langsung ngumpet dengan panik dibanding penasaran dan cari tau sumber keramaian, biar saya aman dan terbebas dari apapun bahaya yang bs terjadi. Kalau saya ditegur orang tidak dikenal dan diajak berkomunikasi, biasanya saya tdk langsung mau menanggapi; saya screen singkat dulu tentang penampilan, tutur kata dan isi pembicaraan. Apabila feeling saya enak tentang orang asing tsb, maka saya baru membuka diri untuk menanggapi dan berkomunikasi baik.

Semua perubahan tersebut tujuannya hanya satu: bisa pulang ke anak di rumah dalam kondisi selamat, sehat, utuh tanpa kurang apapun. Jadi selalu ingat di kepala bahwa sekarang sudah ada manusia kecil yang menanti saya pulang dan membutuhkan kehadiran, kasih sayang dan tanggung jawab saya. Segala hal tidak dipikirkan untuk kepentingan sendiri, melainkan memprioritaskan untuk kepentingan Denyar. Spontanitas dan jiwa petualang yang ada dalam diri saya semasa lajang sudah jarang saya asah sekarang2. Bahkan memilih makanan yang dikonsumsi aja, saya harus mikir bukan lagi ke rasa atau tampilan yang menggiurkan, tapi manfaat atau tidaknya ke tubuh saya; apalagi saya masih menyusui (dan berniat akan terus menyusui hingga Denyar 2 tahun). Kan kalau saya sehat dan produktif, insyaallah saya bisa menjaga, mendampingi, membesarkan dan mendidik Denyar hingga dia dewasa. Semoga terwujud!

Image

Picnic at the lake side!

Advertisements