Sedih banget kalo anak sakit; yang lebih nyeseknya lagi adalah kalo sakitnya karena kita sendiri. Yup, Denyar sakit batuk-pilek karena ketularan saya sehari sebelumnya. Saya terlalu takabur untuk gak ke dokter dan menyembuhkan diri sendiri dengan tidur dan air putih (saja) dan tetap beraktivitas ke kantor. Alhasil, Denyar pun tertular.
Saya pun bergegas ke dokter dan meminum obat yang bikin saya tidur kayak mati suri dan tidak kerja ke kantor, demi menyehatkan diri sendiri untuk bisa merawat Denyar.

image

Plester kompres yang mujarab!

Tugas kantor saya tinggalkan sejenak demi memprioritaskan memasak, memastikan Denyar makan dan minum air putih banyak, menyusuinya sesering mungkin, mengecek suhu tubuhnya secara berkala, dan mengompres dahinya dengan plester kompres modern. Pekerjaan sampingan pun saya tolak demi meracik air panas kecap jeruk nipis utk disuapi ke Denyar (untuk mengobati batuknya), menguapi ruangan dengan air panas di baskom yang ditetesin minyak kayu putih supaya hidungnya lega, dan mengajarkan ia untuk membuang lendir hidungnya sering-sering. So far panasnya di ambang normal, yakni 37.1 derajat celsius, jadi saya tidak melakukam skin-to-skin therapy yang pernah saya terapkan waktu ia demam tinggi pas tumbuh gigi.

image

Sibuk olahraga

image

Masih giras main sendiri

Percayakah, kalau sampai Denyar 11 bulan ini tidak pernah sekalipun sakit yang mengharuskan pergi berobat ke dokter? Kami ke dokter hanya untuk imunisasi rutin yang masih terjadwal. Selama ini saya selalu meminimalisir dia ke dokter umtuk berobat karena saya sebagai orang tua harus berupaya dulu dengan cara alamiah atau tradisional, dan optimis akan kesembuhan yang akan dicapai dalam waktu singkat. Tapi… ternyata kali ini saya harus melakukan kunjungan ke dokter anak untuk memeriksakan kondisi Denyar. Bukan saya berhenti optimis dia akan sembuh dengan cara tradisional, tapi juga sebagai orang tua saya harus mengakui bahwa pengetahuan dan pemahaman saya untuk menyembuhkan anak sendiri masih minim, jadi harus tau kapan saat yang tepat untuk melanjutkan penyembuhan dengan banuan tenaga profesional di bidangnya, yaitu dokter spesialis anak.

image

Masih napsu makan (yeiyyy!)

Ok, saya sudah mendaftar ke dokter anak untuk pertama kalinya, waktu pemeriksaan sekitar jam 7 malam nanti, wish us luck ya..

Posted from WordPress for Android

Advertisements