Akhirnya berlalu juga setahun. Usia Denyar sudah ada angkanya, yaitu 1. Senang sudah tertunaikan 365 hari menyusuinya tanpa menyerah, tinggal berupaya untuk meneruskannya sampai 365 hari lagi ke depan.

Image

Pada menit pertama pertemuan kami

Orang-orang pada bilang “enak ya, udah 1 taun, udah bisa makan apa aja jadinya”. Emang bener begitu, sudah bisa makan (hampir) apa aja yang dimakan orang dewasa, termasuk gula-garam yang selama ini tidak saya kenalkan ke makanan2nya. Tapi justru saya kok jadi agak parno ya, takut apa yang saya kasihkan malah jadi tidak aman untuknya. Tapi saya ingat niat saya untuk tidak menjadi ibu yang over-protektif. Jadi dengan niat baik dan doa kenceng saya mulai memberinya ‘bukan makanan bayi’.

Image

lahap bener makan kue coklat untuk pertama kalinya

Sebelum tanggal 5 Juli, saya dan Lut sudah membicarakan mengenai apa rencana kami dalam merayakan ulang tahun Denyar. Dengan modal izin dari kantor atas cuti tahunan, kami pun melewatkan hari tersebut dengan membawa Denyar makan-makan dan berdoa bersama teman-temannya di Sahabat Yatim cabang Graha Raya. Alhamdulillah, dia senang dikelilingi temen-temen baik yang lebih besar maupun yang lebih kecil *ada anak usia 7 bulan tinggal disitu, huks* Pada dasarnya emang Denyar centil kalau sama anak kecil lain, terutama anak cowok, hahaha *persis emaknya*

Image

syukuran ulang tahun sama teman-teman

Setelah selesai makan siang, kami pun ke dokter anak untuk jadwal imunisasinya. Lega karena ada kenaikan bobot badan hingga 400 gram (sekarang 9,5kg) setelah sempat beberapa minggu lalu turun drastis karena sakit flu.

Sehari sesudah ulang tahun – yang juga merupakan bagian rencana yang diperbincangkan – kami bertiga mengikuti touring ke Anyer dengan anggota komunitas Lut. Kumpul pagi-pagi buta di rest area pondok ranji dengan membawa barang-barang Denyar yang jauh lebih banyak dari barang-barang ayah-bubunya. Total 24 mobil iring-iringan ke Anyer, melewati 4 jam perjalanan. 3 jam Denyar anteng di carseat sambil menikmati pemandangan, sejam sisanya dia mulai rewel, dan saya baru berani mengeluarkan dia dari carseat setelah kami sudah tidak melaju di jalan tol.

Image

anteng di carseat

Selama disana, saya dan Lut bahu-membahu dalam menjaga Denyar, ajak main, dan membuat dia nyaman dalam kondisi apapun. Dua hari kami biarkan dia tanpa jadwal makan, tidur, mandi yang teratur; benar-benar sesukanya sebagaimana esensi liburan. Ada lah beberapa kali dia rewel, gak nyaman, ngambek, tapi ya itu bagian dari parenting; pasti sebagai orang tua kita gak bisa menghindari kondisi-kondisi yang tidak ideal atau tak terencana.

Image

main kotor-kotoran

Image

berenang sama ayah

Image

mengenal pantai pertama kalinya

Pulang dari Anyer sungguh luar biasa, saya seperti beratraksi sirkus di jok tengah. Perjalanan Anyer-Bintaro dengan agenda mampir makan siang dan snacking durian di H. Arif makan waktu kurang lebih 9 jam. Kebayang dong, bagaimana repotnya saya harus manage Denyar agar betah berjam-jam di dalam mobil. Sampai akhirnya begitu sampai rumah jam 1/2 10 malam, kami pun terlelap bertiga tanpa terbangun sampai pagi.

Selamat ulang tahun ke-1, Denyar Gemintang-ku. Semua doa yang terbaik untukmu.

Advertisements