image

Kemarin ketika menginap di rumah Ibu, saya menemukan sepatu busuk ini (yang difoto adalah sepatu sesudah dicuci semaksimal mungkin) di rak gudang. Sepatu Converse ini sempat menjadi andalan saya pada kelas 2 SMP sampai 1 SMA, sebelum akhirnya saya beralih ke sepatu merek Airwalk dan Vans yang sedang ngetrend pada masanya. Sepatu Converse ini saya beli di tahun 1994, beberapa minggu sebelum eyang kakung saya meninggal di bulan November.Saya ingat sekali, karena pertama kalinya saya pakai sepatu ini pada saat saya mengantar jenazah Almarhum ke pemakaman. Dan sepatu ‘baru’ tersebut langsung kotor dengan tanah seketika.

Hari ini saya pakai kembali sepatunya. Kalau dulu waktu SMP-SMA saya masih bisa pakai kaus kaki tebal, sekarang sudah tidak lagi. Tali
aslinya sudah lapuk, dan entah kemana. Tali bermotif strawberry itu
saya beli kira-kira pada jaman kuliah, ketika saya mau ada acara
kampus. Tulisan All Star di belakang sepatu, sudah kabur, bahan sepatu sudah ada yang robek tipis di bagian samping, dan warna coklatnya sudah semakin belel. Tapi tetap nyaman, tetap enak, tetap gaya, dan tetap rapi.

Saya sendiri heran. Bukan hanya ukuran kaki saya yang tidak berubah
banyak sejak jaman saya masih 13 tahun, tapi juga sepatu ini masih
tersimpan, dibandingkan sepatu-sepatu bermerek lain yang sudah saya buang-buangin. Mungkin juga karena saya suka modelnya, mungkin karena saya tahu ini merek klasik yang tidak lekang waktu dan akan selalu bisa dipakai di segala jaman. Dan perkiraan saya benar. Terharu juga saya jadinya. *pakai sepatu keds tapi hati mellow*

Selain sepatu, saya juga punya baju-baju, tas-tas, dan aksesoris yang
masih saya simpan meskipun usianya sudah belasan-puluhan tahun. Lebih karena alasan sama, saya simpan barang-barang tersebut berdasarkan model yang longlasting, merek yang ternama, dan kualitas yang bagus.

Siapa tahu barang-barang ini bisa nantinya dipakai oleh Denyar, atau
anak perempuannya Denyar? Hahahahhaha…

PS: Saya penyimpan barang lama bukan berarti saya gak konsumtif atau konsumeris ya. Isi lemari saya makin penuh kayaknya dgn barang-barang yang saya beli dengan membabi buta *damn you, online shop and bazaar sale*

Advertisements