Lanjutan dari part 1

Satu hari yang indah bisa berubah menjadi hari yang tegang ketika Lutfi antar ibu ke rumah sakit utk check up, dan ibunya sehat walafiat sementara Lut dapat diagnosa penyakit serius menurut hasil USG (memang beberapa hari sebelumnya dia mengeluh sakit perut dan kami pikir masuk angin yg tidak kunjung keluar atau problem maag akut seperti sebelumnya).

Dokter menemukan ada batu di empedunya. Sekaligus usus yang membengkak. Saya begitu dapat kabar langsung googling di Internet.  Hasilnya ada yg bikin saya drop ada yg bikin saya optimis. Daripada tdk jelas kami pun bikin janji dgn dokter bedah karena dokter radiologi dan dokter umum menyarankan untuk dilakukan tindakan bedah. Sungguh merupakan kado ulang tahun yang luar biasa buat suami saya dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Akhirnya kami pun menguatkan diri dan bertemu the chosen surgeon. Dikatakan ususnya membengkak sehingga hrs diambil apendiksnya. Sementara batu empedu masih dlm ukuran kecil yang mana masih bs diterapi dgn obat dan apel. Kami agak tenang mengetahui dokter sudah ahli dan sangat membuat kami tidak jadi kuatir lagi. 

Ketika sedang check up keseluruhan,  kami kembali dikejutkan dgn hasil rontgen bahwa katup jantung Lut ada yg tidak normal. Dikuatirkan ada indikasi jantung koroner dan bisa menggangu operasi. Tidak bs terbayang dropnya saya begitu dgr dokter jantung blg gitu. Kalimat2 selanjutnya seperti jauh dan tidak jelas lagi karena saya gamang. Tapi saya harus terlihat kuat di depan Lut. Saya hrs membuat dia kuat.

Pada akhirnya dokter jantung meresepkan obat yg hrs diminum sebelum operasi berjalan. Diharapkan bisa ‘menyempurnakan’ katup jantung yg abnormal tsb. Kami pun make sure lg ke dokter bedah dan beliau menyatakan msh tetap akan berlangsung operasi Lut. Jadi kami bener2 finger-crossing disini.

Selamat ulang tahun ke 42, suami sayang. I know how strong we are to deal with all of this.

Advertisements