Ketika uang pas-pasan tapi sok-sokan kepingin makan western food, beginilah usaha saya dan hasilnya.

Kepinginan (dapet salam dari guru Bahasa Indonesia) ini gegara abis makan avocado toast bareng sahabat-sahabat di salah satu kafe. Lalu saya pun obsessed untuk bikin hidangan serupa.. ya seenggaknya mendekati.

 

  1. Avocado Toast with Poached Egg

IMG_5189

Bahasa Indonesia-nya sih roti selai alpukat dengan telur rebus. Ternyata caranya gak sesusah yang dibayangkan, dan bisa dilakukan dengan alat dapur yang paling minim sekalipun. Saking obsesifnya, satu hari setelah pulang makan di kafe tersebut saya pun ke supermarket untuk cari alpukat yang paling mendekati matang, dan bahan-bahan lainnya. Tapi sayang sekali, alpukatnya baru bisa diolah/dimakan dalam waktu 2-3 hari kemudian.

 

Kira-kira beginilah resep dari obsesi yang tertunda.

 

Bahan:

Roti tawar

Mentega

1 alpukat yang sudah matang, dibelah dan dilembutkan (mashed) – dengan garpu.

¼ buah lemon

1 buah telur

Lada putih

Garam

Bubuk cabe (ini sih selera saya)

 

Cara membuat:

Luangkan waktu sekitar 30 menit untuk membuat makanan ini. Semua bisa dilakukan secara bersamaan. Well, gak semua sih, karena kompor saya cuma punya 2 mata sumbu.

 

Yang saya lakukan pertama tentu merebus air untuk telur. Sambil menunggu air mendidih, saya membelah alpukat dan melembutkannya di dalam mangkok. Tambahkan perasan jeruk lemon (menurut saya jangan terlalu banyak, karena rasa alpukatnya akan kalah dengan rasa lemon kalau kebanyakan, dan akan…. ya asam!). setelah itu, masukkan garam dan lada putih secukupnya. Jangan lupa cicipi kurang apa rasanya. Saya agak suka asin, jadi saya memasukkan garam lebih banyak dari lada.

IMG_5182

Lihat panci isi air di kompor, eh belum mendidih juga, ya sudah saatnya untuk mengoles mentega pada roti, pada kedua sisinya. Seharusnya setelah dioleskan, sesimpel masukkan ke oven. Tapi since saya belum punya oven, saya gunakan cara manual – dengan memanggangnya pada pan di kompor.

Air di panci mendidih, siapkan telur dan… timer. Timer? Yap, karena untuk membuat suatu telur rebus yang sempurna diperlukan waktu yang precise, tidak kurang dan tidak lebih. Telur dipecah terlebih dahulu di dalam mangkok (jangan langsung di panci karena akan terlalu melebar bentuknya. Kemudian ketika dimasukkan ke panci isi air mendidih, segera pasang timer selama 1 menit pas. Diamkan saja.

Dalam waktu 1 menit yang ada, saya bisa membolak-balikkan roti oles mentega. Kemudian tepat waktu 1 menit berlalu, matikan kompor pada panci telur, dan tutup pancinya. Langsung pasang timer selama 5 menit. 5 menit dalam keadaan tanpa api dan ditutup, akan menghasilkan telur rebus yang sempurna.

Setelah roti siap, saya tambahkan olesan mentega lagi pada roti panas. Kemudian segera saya oleskan alpukat yang sudah lembut tadi ke atas roti, ratakan. Ambil telur yang sudah 5 menit berada dalam panci tanpa api, taruh perlahan di atas alpukat. Taburi cabe bubuk sesuka hati. Voila!

 

  1. Tuna cheese sandwich

 

Kalau makanan yang kedua bukan obsesi saya, tapi salah satu keahlian saya sejak kuliah dan harus menyiapkan sarapan sendiri dengan kilat. Kebiasaan sarapan tuna sandwich berlangsung hingga kerja kantoran, sampai dengan menikah dan di rumah aja. Kalau dulu lagi mau ambil hati calon pacar, atasan, bos, rekan kerja, saya suka membuatkan mereka tuna sandwich saya ini. Syukurlah semua hati didapatkan hahahaha.

 

Bahan:

Roti tawar

Tuna kaleng; saya gak ada referensi merek tertentu, yang saya pilih kaleng yang mudah dibuka (ada cincin pembukanya)

Keju, diparut.

Bubuk cabe (selera saya!)

Daun selada

Mayonnaise

Gula

Lada putih

 

Cara membuat:

Tuna yang baru saya buka dari kaleng, saya kasih perasan jeruk lemon sedikit supaya gak amis. Aduk-aduk sebentar sambil menyiapkan piring isi mayonnaise, gula dan lada putih. Memang gula dan bukan garam, karena mayonnaise sudah cukup asin sehingga rasa yang tepat adalah memberikan gula. Setelah mayonnaise diaduk rata, tuangkan tuna yang sudah ditiriskan dan diberikan perasan jeruk lemon. Aduk rata semua sehingga tuna bercampur dengan mayonnaise.

Sama seperti avocado toast, roti saya oles dengan mentega lalu dipanggang secara manual di pan. Lalu setelah warna kuning kecoklatan sempurna, roti panas tersebut saya oleskan mentega lagi, sebelum diberi daun selada sebagai layer pertama. Di atas daun selada, saya tuangkan campuran tuna mayonnaise menjadi layer kedua. Kemudian layer ketiga saya tuangkan parutan keju. Dan terakhir saya berikan bubuk cabe diatasnya. Bisa juga sambal botol biasa secukupnya, tergantung selera.

Biasanya yang sudah-sudah, 1 tuna kaleng bisa untuk makan 3-4x. Jadi saya sarankan, campur semua tuna yang ada di dalam kaleng dengan mayonnaise, dan sisa yang belum dipakai bisa disimpan di dalam lemari es. CMIIW, tuna enaknya dimakan dingin-dingin loh.

 

Kenyang bego deh makan 2 lembar roti dengan isi beda ini dalam satu kali sarapan. Lumayan lah ya, pencitraan sarapan ala barat bagi orang-orang yang ngirit-ngirit beli bahan masakan kayak saya hahahahah.

Advertisements