Sebenarnya saya gak mau melanjutkan kisah tertipunya saya yang tempo hari saya posting disini , tapi karena teman-teman dekat saya sangat baik hati dalam membantu menyelesaikan permasalahan ini, saya harus menulis postingan ini didedikasikan kepada mereka.

Setelah saya cerita pengalaman buruk saya pada teman-teman dekat, beberapa diantara mereka ada yang langsung ke ‘TKP’ alias instagram page dan whatsapp si penipu. Saya pun diminta mereka untuk melakukan report as spam ke Instagram. Saya pun melakukannya. Tapi ternyata, setelah saya report, saya jadi gak bisa update postingan dia, apalagi me-reply atas postingan2 dia. Padahal dia udah masih menggiring mangsa di akun IG-nya tersebut. Akhirnya, teman-teman saya, Indah dan Pretty, pun melakukan serangan bully di akun tersebut dan meyakinkan calon buyer bahwa akun tersebut adalah tipu muslihat, dan menceritakan pengalaman saya dengan singkat namun jelas. Satu dua calon buyer pun akhirnya mempercayai cerita yang disampaikan teman-teman saya. Syukurlah.

Tidak hanya itu, si Indah tetap merasa tidak puas hanya dengan menghindarkan para calon buyer dari penipu ini. Indah pun mengirimkan pesan Whatsapp ke si penipu (yang namanya Debora). Indah menanyakan tentang status pemesanan saya dan menyebut Debora penipu. Setelah beberapa hari tidak dibalas, dan setiap hari Indah mengirimkan pesan terus-menerus, Debora pun membalas, bilang kalau sudah kirim barang pesanan saya dari 2 minggu sebelumnya. Yah, begitupun seharusnya sebagaimana komunikasi saya dengan dia per 2 Agustus 2016.

Indah pun meminta bukti resi pengiriman barang, karena saya pun tidak dikasih resinya dari 2 mingguan lalu. Debora bilang masih berada di luar rumah dan belum bisa kasih bukti pengiriman barangnya. (hellowww… dari Bali ke Jakarta masa kirim barang 2 minggu lebih?!?)

Indah pun kemudian mencari tahu tentang Debora. Diutak-utik akun Instagramnya anak itu, sampai akhirnya Indah tahu letak rumahnya dan kampusnya di Bali. Indah pun mengirimkan whatsapp pamungkas yang kira-kira begini, “kasih resi pengiriman atau transfer balik aja! Mau Polda datengin ke rumahlo di jalan ……………… atau ke kampuslo di ……………….?” Pancingan pun berhasil. Debora bilang bahwa malam itu juga akan dia transfer balik uang sebesar yang telah saya bayar ke rekening saya.

Saya pantengin sampai dini hari, dan….. benar! si seller penipu telah mentransfer balik uang ke rekening saya. Hore!

IMG_8402

Saya harus traktir nih teman-teman saya yang gila dan sangat sayang saya ini hahaha.

 

Advertisements